Tuesday, September 22, 2020

Mengenal 6 Risiko Operasional dalam Ekspor Impor


Beberapa risiko dalam perdagangan ekspor impor, salah satunya adalah operational risk.  Risiko ini merupakan keadaan dimana proses ekspor barang terhambat sehingga pembeli dapat menolak atau mengembalikan barang karena alasan operasional. Oleh karena itu penting bagi eksportir memilih jasa ekspor atau jasa kirim luar negeri yang kredibel. 

Risiko Operasional 

Operational risk atau risiko operasional merupakan salah satu dari jenis commercial credit risk. Setidaknya ada enam risiko yang disebabkan oleh hal-hal teknis, antara lain: 

1. Kualitas Mutu Rendah 

kualitas dari suatu barang atau komoditas yang dikirim ke luar negeri rendah. Hal ini terjadi karena eksportir tidak melakukan pengecekan saat akan mengirim barang. 

Berilah standar pada kualitas komoditi ekspor sehingga Anda juga dapat menentukan harga dan tidak mengecewakan pembeli. Kualitas rendah dan tidak sesuai dapat mempengaruhi kredibilitas eksportir. 

2. Pengemasan Tidak Sesuai Standar

Pengemasan untuk perdagangan luar negeri harus memiliki standar tertentu. Standar ini sesuai dengan transportasi yang akan digunakan, yaitu melalui udara atau laut. Sebagai contoh, untuk mengirim melalui jalur laut, barang yang dikemas harus memenuhi Seaworthy Export Packing. Dengan demikian. 

3. Pengiriman Terlambat 

Jika Anda telah membuat kesepakatan mengenai kapan komoditas akan dikirimkan, wajib bagi eksportir untuk memenuhinya. Oleh karena itu, persiapan dalam pengiriman dibutuhkan. 

Sebaiknya Anda juga memilih jasa kirim ekspor atau jasa kirim luar negeri yang baik untuk memenuhi kebutuhan Anda. Selain itu, ada baiknya eksportir maupun importir menggunakan asuransi perjalanan sehingga dapat melakukan klaim jika terjadi permasalahan. 

4. Tidak Cermat Mengurus Dokumen 

Untuk eksportir yang sudah sepakat menggunakan skema CIF, sebaiknya Anda lebih cermat dan juga memiliki strategi dalam penyusunan dokumen-dokumen yang diperlukan. Beberapa di antaranya adalah sertifikasi kualitas dari barang. 

Teliti dalam mengurus dokumen juga diperlukan agar ada pertanggungjawaban apabila membuat laporan maupun mendapat pengaduan. 

5. Tidak Teliti Menimbang 

Risiko selanjutnya adalah adanya kesalahan karena tidak teliti dalam penimbangan berat dari komoditas. Namun, hal ini juga bisa terjadi karena sifat komoditas tersebut. 

Oleh karena itu, sebelum menimbang, usahakan untuk memastikan kondisi komoditas yang akan diekspor dan juga memiliki standar pengemasan agar barang tidak berubah. 

6. Tidak Sanggup Memenuhi Pengiriman 

Risiko tidak sanggup memenuhi pengiriman barang merupakan risiko yang dapat terjadi karena faktor di luar eksportir tersebut. Salah satunya adalah adanya keadaan darurat di suatu negara, misalnya karena perang, bencana alam seperti tsunami jika menggunakan kapal laut, atau adanya pandemi Covid-19 sehingga penjualan dari negara lain dibatasi. 

Risiko-risiko tersebut merupakan keadaan force majeure atau keadaan di luar kendali manusia sekalipun. Oleh karena itu, pastikan dalam surat kesepakatan Anda adanya aturan mengenai risiko ini. 

Pemilihan jasa kirim ekspor atau jasa kirim luar negeri menjadi salah satu hal yang perlu Anda pertimbangkan. Pemilihan jasa ekspedisi yang terpercaya akan menghindari beberapa risiko di atas.  

0 comments:

Post a Comment