Sunday, May 9, 2021

Tata Cara Sholat Tarawih


Walaupun bulan Ramadhan kali ini berbeda karena dunia sedang dilanda pandemi virus Corona. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan antusias umat Islam dalam menyambut Ramadhan kali ini. Hal ini dikarenakan bulan Ramadhan ini penuh dengan keutamaan. 

Salah satu keutamaan bulan Ramadhan ini adalah bulan Al Quran atau syahrul Al Quran. Diturunkannya Al Quran pada bulan Ramadhan ini menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan. 

Sholat Tarawih

Di malam-malam Ramadhan umat Islam dituntut untuk melaksanakan qiyamu Ramadhan (sholat tarawih sesuai dengan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam.

Artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Ia berkata : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam menganjurkan mereka untuk melakukan qiyamu Ramadhan tetapi tidak mewajibkan, sebagaimana sabda beliau : Barang siapa yang terjaga (melakukan qiyam) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Dua ahli hadits, dan lafalnya adalah lafal Muslim). 

Rakaat Sholat Tarawih

Jumlah rakaat salat tarawih sendiri maksimal 20 rakaat, dan minimal 2 rakaat (satu kali salam). Karena salat tarawih ini adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, maka dari itu harus mengikuti kaidah salat sunnah malam, yakni salam pada setiap dua rakaatnya. 

Tata Cara Sholat Tarawih

Di masa pandemi ini anda bisa melaksanakan sholat tarawih di rumah. Berikut tata cara sholat tarawih berjamaah di rumah :

  • Melafazkan niat salat tarawih
Adapun bacaan niat sholat malam tarawih adalah sebagai berikut
Ushalli sunnatat Tarwhi rak’atayni mustaqbilal qiblati ad’an illahi ta’ala.
“Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.”
  • Mengucap takbir ketika takbiratul ihram 
  • Membaca taawuz dan Surat Al-Fatihah. Kemudian membaca salah satu surat yang dihafal dalam Al-Quran dengan lantang
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk diantara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
  • Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama
  • Salam pada rakaat kedua
  • Istighfar dan dianjurkan membaca doa kamilin setelah selesai salat tarawih

Doa Kamilin

Kemudian setelah salat tarawih membaca doa kamilin sebagai berikut :

Artinya : “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridho dengan qadla-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga Nabi, yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama oran-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang diantara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Monday, May 3, 2021

Hendak Klaim Asuransi Jiwa, Ini Dia Prosedur yang Benar


Sudah banyak masyarakat yang sadar pentingnya memiliki asuransi jiwa untuk memproteksi diri dan keluarga. Sebab, asuransi jiwa memberikan jaminan kepada nasabah ketika hal-hal yang tak diinginkan seperti kecelakaan atau meninggal dunia terjadi. Sayangnya, masih banyak nasabah yang merasa kebingungan ketika klaim asuransinya ditolak. Padahal, setiap perusahaan asuransi telah menyediakan layanan bantuan asuransi individu untuk membantu nasabah dalam proses pengajuan klaim. 

Nah, jika Anda pernah atau sedang mengalami situasi yang sama, cari tahu prosedur klaim asuransi yang benar di bawah ini, yuk. Tujuannya supaya Anda tidak mengalami penolakan klaim asuransi lagi. Disimak, ya! 

1. Hubungi perusahaan asuransi

Jika tertanggung mengalami kecelakaan atau meninggal dunia,  anggota keluarga bisa menghubungi perusahaan asuransi untuk melaporkan risiko. Apabila tertanggung kecelakaan, keluarga tertanggung bisa menyiapkan surat keterangan pengobatan atau operasi (jika ada) dari rumah sakit terkait. Namun bila tertanggung sampai meninggal dunia, keluarga harus menyiapkan salinan surat kematian yang diterbitkan oleh rumah sakit. Selain itu, keluarga tertanggung juga perlu menyiapkan dokumen pribadi tertanggung yang berkaitan dengan perusahaan asuransi, seperti nomor polis asuransi, status polis asuransi, dan lain sebagainya. Selanjutnya, perusahaan asuransi akan memberikan formulir pernyataan klaim yang harus Anda isi secara lengkap

2. Melengkapi berkas

Jika formulir pernyataan klaim asuransi sudah Anda isi, keluarga tertanggung juga harus melengkapi berkas-berkas tertanggung yang diperlukan saat klaim asuransi jiwa, seperti:

  • Polis dan Endorsement dengan berkas yang asli
  • Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi
  • Fotokopi KTP atau identitas diri dari penerima benefit
  • Surat keterangan meninggal dari dokter/rumah sakit yang berisi penyebab kematian
  • Surat keterangan meninggal dunia dari pemerintah setempat
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) asli jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan.

3. Proses analisis klaim

Apabila semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap, perusahaan asuransi akan melakukan pengecekan klaim asuransi jiwa tertanggung terlebih dahulu dengan melakukan verifikasi apakah status polis masih berlaku dan valid.Prosedur analisis biasanya juga mencakup data pribadi tertanggung, informasi terkait kematian tertanggung, dan verifikasi bukti bersama tentang kematian tertanggung. Jika klaim asuransi sudah dinyatakan benar dan sah, maka perusahaan asuransi akan menghitung kewajiban yang harus dibayarkan kepada ahli waris tertanggung.

4. Proses akhir

Prosedur terakhir untuk klaim asuransi jiwa adalah pembayar klaim kepada ahli waris tertanggung. Pada tahap ini, pertama-tama Anda harus memberi tahu perusahaan asuransi tentang nomor rekening bank. Perlu diingat bahwa proses pembayaran asuransi terkadang memakan waktu lama. Sebab, perusahaan asuransi akan sangat teliti dan berhati-hati saat menganalisis klaim asuransi jiwa. Apalagi jika nilai dana asuransi yang harus dibayarkan melebihi 1 miliar rupiah.

Itu dia prosedur klaim asuransi yang benar. Jika menjalankan sudah tiap tahap secara tepat dan benar, Anda tidak akan menemui banyak kesulitan saat hendak mengajukan klaim asuransi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, ya!