Monday, May 3, 2021

Hendak Klaim Asuransi Jiwa, Ini Dia Prosedur yang Benar


Sudah banyak masyarakat yang sadar pentingnya memiliki asuransi jiwa untuk memproteksi diri dan keluarga. Sebab, asuransi jiwa memberikan jaminan kepada nasabah ketika hal-hal yang tak diinginkan seperti kecelakaan atau meninggal dunia terjadi. Sayangnya, masih banyak nasabah yang merasa kebingungan ketika klaim asuransinya ditolak. Padahal, setiap perusahaan asuransi telah menyediakan layanan bantuan asuransi individu untuk membantu nasabah dalam proses pengajuan klaim. 

Nah, jika Anda pernah atau sedang mengalami situasi yang sama, cari tahu prosedur klaim asuransi yang benar di bawah ini, yuk. Tujuannya supaya Anda tidak mengalami penolakan klaim asuransi lagi. Disimak, ya! 

1. Hubungi perusahaan asuransi

Jika tertanggung mengalami kecelakaan atau meninggal dunia,  anggota keluarga bisa menghubungi perusahaan asuransi untuk melaporkan risiko. Apabila tertanggung kecelakaan, keluarga tertanggung bisa menyiapkan surat keterangan pengobatan atau operasi (jika ada) dari rumah sakit terkait. Namun bila tertanggung sampai meninggal dunia, keluarga harus menyiapkan salinan surat kematian yang diterbitkan oleh rumah sakit. Selain itu, keluarga tertanggung juga perlu menyiapkan dokumen pribadi tertanggung yang berkaitan dengan perusahaan asuransi, seperti nomor polis asuransi, status polis asuransi, dan lain sebagainya. Selanjutnya, perusahaan asuransi akan memberikan formulir pernyataan klaim yang harus Anda isi secara lengkap

2. Melengkapi berkas

Jika formulir pernyataan klaim asuransi sudah Anda isi, keluarga tertanggung juga harus melengkapi berkas-berkas tertanggung yang diperlukan saat klaim asuransi jiwa, seperti:

  • Polis dan Endorsement dengan berkas yang asli
  • Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi
  • Fotokopi KTP atau identitas diri dari penerima benefit
  • Surat keterangan meninggal dari dokter/rumah sakit yang berisi penyebab kematian
  • Surat keterangan meninggal dunia dari pemerintah setempat
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) asli jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan.

3. Proses analisis klaim

Apabila semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap, perusahaan asuransi akan melakukan pengecekan klaim asuransi jiwa tertanggung terlebih dahulu dengan melakukan verifikasi apakah status polis masih berlaku dan valid.Prosedur analisis biasanya juga mencakup data pribadi tertanggung, informasi terkait kematian tertanggung, dan verifikasi bukti bersama tentang kematian tertanggung. Jika klaim asuransi sudah dinyatakan benar dan sah, maka perusahaan asuransi akan menghitung kewajiban yang harus dibayarkan kepada ahli waris tertanggung.

4. Proses akhir

Prosedur terakhir untuk klaim asuransi jiwa adalah pembayar klaim kepada ahli waris tertanggung. Pada tahap ini, pertama-tama Anda harus memberi tahu perusahaan asuransi tentang nomor rekening bank. Perlu diingat bahwa proses pembayaran asuransi terkadang memakan waktu lama. Sebab, perusahaan asuransi akan sangat teliti dan berhati-hati saat menganalisis klaim asuransi jiwa. Apalagi jika nilai dana asuransi yang harus dibayarkan melebihi 1 miliar rupiah.

Itu dia prosedur klaim asuransi yang benar. Jika menjalankan sudah tiap tahap secara tepat dan benar, Anda tidak akan menemui banyak kesulitan saat hendak mengajukan klaim asuransi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, ya!

0 comments:

Post a Comment